Tepat tengah hari di pusat kota Surabaya yang hawanya cukup panas, saya mencoba mengunjungi sebuah monument bersejarah. Dimana di monument tersebut berdiri sebuah kapal selam. Bukan patung, bukan benda buatan, namun benda asli yang sudah tidak di pakai lagi. Kapal Selam KRI Pasopati namanya. Memiliki nomor lambung 410. KRI Pasopati inilah yang dulunya pernah memperkuat armada kapal selam TNI AL saat kejayaannya.

Begitu banyak catatan sejarah yang menceritakan kapal selam ini. Anda tahu sejarah perjuangan perebutan Irian Barat? Jika Anda menyimak lebih dalam sejarah tersebut, Anda akan tertegun melihat kehebatan militer Indonesia. Sampai-sampai, Belanda pun, belum sempat kontak senjata secara langsung sudah menyerah duluan. Dikarenakan, pada jamannya (sekitar awal tahun 60an) militer kita termasuk terkuat di belahan bumi selatan. Puluhan kapal tempur kelas Frigat dan 12 armada kapal selam meramaikan perairan nusantara ini. Di tambah ratusan jet tempur yang meraung di udara Indonesia, seperti yang salah satunya jenis Mig 21 Fishbed yang mana jet tempur tersebut sangat ditakuti oleh blok barat.

“Hebat banget ya, Indonesia dulu teknologinya sudah bisa seperti ini.” Ucap kakak sepupu saya -ketika saya ajak ke monument tersebut- yang baru tahu kalau Indonesia pernah punya kapal selam moderen seperti itu.

IndonesiaI dikala itu menjadi satu-satunya negara di belahan dunia selatan yang memiliki 12 kapal selam kelas Whisky. Saat itu Whisky class merupakan kapal selama diesel yang amat ditakuti oleh blok NATO. Belanda pun saat itu tak memiliki kapal selam dengan spesifikasi yang sama untuk menandingi Whisky class.

Kapal selam ini dibuat di Vladi Wostok-Rusia pada tahun 1952. Masuk jajaran TNI AL (Satselarmatim) terhitung mulai tanggal 29 Januari 1962 dengan tugas pokok menghancurkan garis lintas musuh (anti shipping), mengadakan pengintaian dan melakukan ""silent raids"".

Jika anda masuk ke dalam kapal KRI Pasopati, anda akan menemukan sebanyak 7 (tujuh) ruang sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu:
  1. Merupakan ruang torpedo haluan, dilengkapi 4 peluncur torpedo, tempat penyimpanan torpedo cadangan dan tempat istirahat Anak Buah Kapal (ABK). Di bawah geladak terdapat dome sonar.
  2. Merupakan Lounge room Perwira, sekaligus ruang makan dan tempat bekerja perwira. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere group I.
  3. Merupakan ruang PIT (Pusat Informasi Tempur), tempat pengoperasian kapal dan pusat kegiatan tempur dilaksanakan. Di bawah geladak terdapat gudang penyimpanan makanan.
  4. Longue room Bintara/Tamtama dan dapur. Di bawah geladak terdapat ruang penyimpanan batere group II.
  5. Tempat motor diesel, pesawat bantu dan pengendaliannya.
  6. Adalah tempat motor listrik penggerak kapal, motor-motor bantu dan pengendaliannya.
  7. Merupakan ruang torpedo buritan, terdapat 2 peluncur torpedo yang berfungsi menyerang atau menghindar.







Read More..
Di jaman dahulu, terdapat seorang Nabi yang sedang melakukan perjalanan jauh bersama para pengikutnya. Di tengah terik matahari yang sangat panas, rombongan tersebut singgah di bawah pohon untuk berteduh dan beristirahat. Di tempat berteduh itulah terdapat sebuah desa semut. Di setiap sudut pepohonan dan lubang-lubang tanah hinggap ribuan semut untuk bertempat tinggal. Singgahnya rombongan Nabi inilah telah mengganggu aktivitas semut dan merusak ketenangnnya. Biasanya semut melawan, seekor semut pun datang dan menggigit Nabi.

Seorang Nabi adalah manusia. Dia pun marah seperti mereka. Di antaranya adalah tindakan Nabi ini. Dia marah kepada seekor semut beserta teman temannya. Dia bertekad menghukum seluruh desa semut. Dia memerintahkan para pengikutnya agar menjauhkan barangnya dari bawah pohon itu, kemudian membakar desa semut tersebut. Maka semut-semut yang sedang berjalan-jalan di desanya dan di sekelilingnya terbakar dan panas api itu sampai kepada semut-semut yang berada di lubangnya di dalam tanah.
Akhirnya, seluruh kehidupan semut yang berada di situ musnah oleh tindakan spontan Nabi yang marah. Akibatnya Allah marah kepada sang nabi. Dia telah membunuh sebuah umat yang bertasbih kepada Allah. Dan Allah telah berfirman kepadanya untuk menegurnya, "Mengapa tidak hanya satu semut saja? Hanya karena kamu digigit oleh seekor semut, kamu membinasakan umat yang bertasbih kepada Allah."
Keadilan menuntut orang yang tidak bersalah, tidak boleh dihukum karena kesalahan orang lain. Yang menggigit Nabi ini hanyalah seekor semut. Jika memang mesti dihukum, maka semestinya yang dihukum hanyalah semut tersebut bukan yang lain. Nabi kita mengajarkan kepada kita bahwa kita berhak melawan orang atau hewan yang menyerang kita, walaupun hewan itu adalah hewan jinak. Semut ini menyerang dan menggigit. Jika orang yang digigitnya menghukumnya, maka dia tidak disalahkan. Adapun menghukum semua semut yang ada di desa itu dan membakar mereka dengan api, ini bukanlah suatu keadilan.
Dan Nabi sadar atas perbuatannya. Ia segera bertobat kepada Allah dan menyesalinya. Setelah penyesalan inilah, akhirnya Nabi cukup berhati-hati atas emosinya. Dia tidak mau membunuh binatang lagi. Walaupun seekor binatang melakukan kesalahan padanya lagi, ia langsung memaafkan.

Sumber:
Di deskripsikan dan kembangkan dari Hadist Bukhari dan Muslim yang diriwayatkan dari Abu Hurairah.



Read More..
Inilah aku
penyepi dalam waktu
berdiri pada sandaran bahu
pergi menatap khayalan semu

Inilah aku
pemimpi tanpa batas
lelah memandang ke atas
kurus yang terikat realitas

Inilah aku
nyaman dalam suhu badan
mudah mengalir dalam lahan
ingin tamparan kesadaran
untuk mengerti arti harapan

Inilah aku...



Read More..
ing ngarso sung tulodo — di depan memberi teladan
ing madyo mangun karso — di tengah membangun karyatut wuri handayani — di belakang memberi dorongan

Itulah tiga kalimat dari ajaran seorang ningrat Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang kemudian mengganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Pelopor Perguruan Taman Siswa ini kemudian diangkat menjadi Bapak Pendidikan Nasional dan hari lahirnya 2 Mei (1889) diabadikan menjadi Hari Pendidikan Nasional oleh pemerintah pada tahun 1959.

Resah memang ketika kemarin melihat peringatan hari pendidikan. 2 Mei, yang semestinya diabadikan dengan mengihlami perjuangan para pendahulu kita terhadapan pendidikan, namun kenyataan realitas, penuh dengan berita aksi protes masa. Yaitu masa yang protes terhadap kebijakan pemerintah tentang pendidikan. Pendidikan yang sudah semakin tidak terarah. Biaya yang mahal, serta komersialisasi dan kepentingan bisnis di dalamnya.

Pendidikan Era Perjuangan.

Dalam sejarah masa lalu, pendidikan merupakan hal yang sangat krusial dalam membangun generasi. Lihat saja, setelah Pemerintah Belanda melahirkan kebijakan Politic etis (politik balas budi), banyak pribumi-pribumi yang diberikan kesempatan mengeyam pendidikan. Kebijakan tersebut memang sengaja dikeluarkan oleh pemerintah Belanda dalam mendukung kemajuan industri di negeri ini. Mereka butuh tenaga-tenaga terampil, orang-orang terdidik untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja murah yang dapat mengoperasikan mesin-mesin industri. Sebuah kesempatan inilah dimanfaatkan generas-generasi muda terdahulu dalam mencerdaskan dan menyadarkan masyarakat terhadap penjajahan Belanda. Pendidikan yang dimanfaatkan untuk membangun kesadaran generasi.

Maka lahirlah berbagai macam pergerakan pemuda. Baik dalam bentuk organisasi kaum buruh, kaum tani, pedagang, hingga Budi Utomo. Disinilah masyarakat Indonesia mulai mengenal yang namanya Nasionalisme, Demokrasi, Sosialisme dan Kemerdekaan. Kesempatan pendidikan tersebut menjadi penggalangan kekuatan dalam melawan penjajahan. Berbagai macam bentuk ide-ide revolusi dilakukan. Mereka yang belajar sadar bahwa mereka yang berpendidikan tinggi harus menghadapi realitas sosial. Mereka terus bergerak bagaimana memecahkan masalah politik dan sosial tersebut. Hanya satu yang ada dipikiran mereka. Merdeka.

Ketika kemerdekaan akhirnya diraih, kebijakan pemerintah saat itu mengarahkan pendidikan untuk memenuhi kemandirian ekonomi. Karena sesuai dengan konteks saat itu dimana pendidikan dapat menjadi ujung tombak mempertahankan tanah air yang baru seumur jagung.

Banyak lembaga-lembaga pendidikan yang dibuka dan di nasionalisasi oleh pemerintah. Mulai dari tingkat sekolah dasar sampai pendidikan tinggi, yang diupayakan sebagai sarana peningkatan kualitas pengetahuan rakyat. Di masa inilah terjadi kemajuan sember daya manusia di Indonesia yang cukup meningkat drastis dari beberapa dasawarsa sebelumnya. Terbukti dapat kita lihat dari banyaknya tenaga terdidik Indonesia yang digunakan sebagai tenaga pendidik di negara lain. Selain itu, juga semakin banyaknya para siswa dari negara lain yang datang bersekolah di Indonesia. Walaupun carut marut politik serta keamanan negara terus menghantui, para intelektual berhasil membangun pendidikan yang mampu meningkatkan harga diri bangsa. Lihat saja, Indonesia berhasil menjadi negara yang cukup berkembag di Asia pada jamannya, kekuatan militer yang tertanggung di Asia, Atlit-atlit olahraga yang selalu berprestasi di dunia internasional.

Arahan Pendidikan yang mulai tidak jelas

Keruntuhan Orde Lama menjadikan perubahan drastis pada tata politik negeri ini. Kekuasaan berpindah tangan terhadap penguasaan militer. Soeharto dan militer membentuk jaman baru yang dinamakan Orde Baru.

Inilah era dimana kapitalisme mulai masuk kedalam tanah-tanah Indonesia. Politik pintu terbuka mulai diterapkan. Banyak modal asing yang masuk secara merajalela. Kekuasaan atas nama pembangunan mengubah kebijakan dalam tata ekonomi politik dimana kebijakan-kebijakannya berupaya memanfaatkan modal asing untuk menanamkan investasi secara besar-besaran dalam membangun industri besar.

Kebijakan inilah yang akhirnya memiliki kendala. Kasusnya sama seperti awal pergerakan Indonesia pasca diterapkannya politic etis. Lagi-lagi perkembangan mesin-mesin industri yang semakin merajarela tidak terlengkapi oleh tenaga-tenaga terampil. Dari masalah inilah akhirnya penguasa jaman itu merubah kebijakan arah pendidikan yang dicocokkaan dan diselaraskan dengan kepentingan sistem kapitalisme. Pendidikan diubah sedemikian rupa dengan tidak lagi diarahkan untuk memanusiakan manusia, tapi hanya untuk menghasilkan tenaga/buruh murah yang terdidik dan terampil, yang nantinya dipekerjakan di industri-industri baru.

Peserta didik tidak lagi diperbolehkan mempelajari pengetahuan yang tidak dibutuhkan oleh pasar tenaga kerja. Ilmu pengetahuan yang pada hakekatnya penting untuk dipelajari, malah dibuang dan tidak diajarkan karena dianggap tidak selaras dengan kebutuhan pasar buruh. Contohnya, dalam pendidikan ekonomi kita tidak pernah diajarkan secara mendalam mengapa terjadi kemiskinan. Dan jarang kita di ajarkan, mengapa teori itu muncul. Tetapi kebanyakan kita lebih banyak menerima bagaimana menyelesaikan rumus yang sudah ada yang akan keluar di ujian kelak.

Tidak hanya itu, Pada tahun 1978, Menteri Pendidikan Nasional, Daoed Joesoef, mengeluarkan peraturan yaitu Normalisasi Kehidupan Kampus dan Badan Koordinasi Kemahasiswaan (NKK/BKK). Peraturan ini adalah bentuk rencana Soeharto dalam meredam radikalisasi di dalam mahasiswa. Memasung, memandulkan, dan mengasingkan mahasiswa dari persoalan sosial-politik, membuat mahasiswa menjadi alergi terhadap hal-hal yang berbau politik (bahkan terjadi sampai sekarang dan melahirkan generasi yang apolitis).

Kemudian ditambah pula dengan konsep pendidikan yang tidak mengkaji tentang persoalan-persoalan masyarakat (tapi untuk kebutuhan pasar) dan cara menyelesaikannya, maka lengkaplah sudah pendidikan masa ini tidak lebih dari pendidikan yang membodohi peserta didik. Singkatnya, pendidikan memang telah dirancang sedemikian rupa untuk kepentingan pengusaha, bukan ditujukan untuk memberikan sumbangsih memajukan kepentingan masyarakat.

Pasca orde baru atau masa reformasi ini, pendidikan semaki tidak jelas lagi. Tidak jelas dalam arah dan tujuan pembangunan negeri ini. Masa ini adalah masa dimana kekuatan neo-liberal merajalela. Tidak hanya kurikulum pendidikan yang tidak jelas, komersialisasi pendidikan semakin menjadi. Terlihat keluarnya kebijakan pemerintah mengenai Perguruan Tinggi Negeri yang masuk daftar Badan Hukum Milik Negara (BHMN). Bukanya semakin menyelesaikan masalah, malah orang miskin jadi sulit untuk mendapatkan hak kuliah di perguruan tinggi tersebut. Di tambah pula dikeluarkannya undang-undang BHP yang sebagian besar dikatakan oleh para pengamat malah membuat semakin komersialnya badan pendidikan. Kalau sudah komersial maka sama saja pendidikan itu seperti jual beli. Lembaga Pendidikan dijadikan ajang untuk kepentingan bisnis yang dimana sang pemilik (atau investor) lembaga pendidikan tersebut akan menginginkan keuntungan dari pemasukan peserta didiknya. Kalau sudah begini maka sangat mempengaruhi kualitas baik input (karena yang masuk siapa yang berani bayar lebih mahal) serta output yang sangat tidak berkualitas akibat dari karena sudah bayar mahal jadi harus cepat lulus tanpa memperhatikan kualitas belajarnya.

Padahal, Ki Hadjar mengingatkan, sekolah itu bukan toko, tetapi perguruan (tempat guru tinggal atau dapat diartikan tempat studi). Sebagai tempat studi, siapa saja bisa datang untuk menimba ilmu. Kalau toko, hanya mereka yang punya uang yang dapat mengakses, yang tidak punya uang hanya menonton.

Inilah Hasilnya, Generasi Mekanik dan Generasi Nongkrong

Akibat dari sistem itulah maka lahirlah generasi peserta didik yang hanya berpikir pragmatis. Harus kita akui (penulis juga mengakui), kita kuliah hanya untuk bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Perguruan tinggi negeri dapat berpreatsi ketika lulusannya banyak yang diterima di lapangan pekerjaan. Bukan berprestasi dalam memecahkan masalah sosial kemasyarakatan. Kita di didik untuk menjadi budak kapitalisme. Kampus-kampus mengajarkan bagaimana supaya kita dapat diterima dilapagangan pekerjaan. Anak-anak cerdas bangsa ini harus tekuk lutut dihadapan atasannya. Hanya karena adanya jaminan hidup yang layak serta kekayaan, orang-orang pintar dengan IP coumlaud rela menjadi mekanik-mekaniknya para bos besar yang notabene adalah orang-orang droup out (katanya). Padahal, kita butuh seperti generasi Habibie. Kita butuh orang-orang briliaan menjadi penggerak ilmu pengetahuan negara ini. Sehingga maklumlah negeri ini kekurangan ilmuan-ilmuan yang peka dibidangnya.

Ditambah pula peserta didik saat ini kurang menjadi begitu peduli terhadap realitas sosial. Matinya gerakan mahasiswa menjadi bukti mahasiswa semakin apatis dan individualis. Sekali lagi, pendidikan tidak membuat peserta didiknya peka. Jiwa intelektual di kalangan mahasiswa lemah. Hanya generasi anak nongkrong yang mendapatkan eksistensinya di mata publik media. Yang hanya sibuk mengurusi dunia hiburan. “Dan bermain Facebook!”

Bagi kalian-kalian yang hidup di generasi ini, mari kita nikmati bersama-sama kehancuran negeri ini 20 – 30 tahun kedepan.




Read More..


Ada sebuah diskusi yang menarik yang saya temukan dalam acara di Metro TV. Nama acara tersebut adalah Oppurtunity In Crisis. Acara yang saya lupa disiarkannya kapan, telah menambah khazanah pengetahuan saya di bidang ekonomi sektor finansial global. Acara yang di pandu Frida Lidwina ini sedang membahas dampak dan hasil dari pertemuan G20 di London Inggris pada tangal 1-2 April 2009. Acara yang di pandu presenter berita cantik ini juga mengundang beberapa pembicara ekonom kelas atas. Mereka adalah A Riawan Amin dari Ketua Asosiasi Bank Syariah Indoneisa dan Ibu Aviliani dari pengamat ekonomi.

Pertemuan G20 ini mencoba membahas bagaimana mengatasi krisis finansial global yang sedang dihadapi oleh negara-negara di dunia. Khususnya Negara-negara maju yang sebagian besar masyarakatnya bergerak pada sektor moneter. Dari Pertemuan ini pula menghasilkan dua kubu yang menghasilkan sikap yang berbeda-beda dalam meghadapi krisis ini. Kubu pertama yang di wakili Amerika, Inggris, Jepang termasuk Indonesia lebih mengedepankan agar adanya stimulus, karena stimulus merupakan cara yang efektif dalam menyelesaikan krisis financial global. Bebeda dengan kubu kedua yang di wakili Perancis, Jerman dan Italia yang menolak stimulus tersebut. Mereka lebih mengedepankan bagaimana caranya liberalisme total itu dapat di hentikan. Namun intinya bahwa pertemuan komunike G20 akhirnya menyerukan pengawasan system financial global.

Bagi Aviliani, komunike G20 ini belum tentu menghentikan pasar finansial yang liberal. Karena menurutnya tergantung dari kebutuhan negara masing-masing. Seperti yang dikatakan di atas, negara maju memiliki tujuan kebijakan ekonomi yang berbeda di banding Negara berkembang seperti Indonesia. Negara maju kehidupan sektor finansialnya lebih besar di banding dengan sektor rill. Sedangkan negara berkembang masih bertumpu pada sektor rill. Sehingga kita lihat ketika krisis finansial ini menyerang, negara-negara berkembang yang mayoritas berada di Asia masih cukup bertahan. Bagi Aviliani juga berpendapay bahwa Indonesia sudah tepat dalam menerima kebijakan stimulus. Karena stimulus tersebut sebagian besar dalam jangka pendek akan digunakan untuk konsumsi masyarakat saat kondisi krisis ini. Dan berguna untuk menjaga pertumbuhan ekonomi agar tetap positif.

Bagi Pak Riawan, Komunike G20 ini merupakan sebuah kesempatan dalam menyelesaikan krisis ini. Kalau dilihat dari dua kubu di atas, cukup jelas bahwa kubu yang menolak stimulus merupakan negara-negara yang masih mengandalkan sektor rill atau manufacturing dalam produktifitas ekonomi bangsanya. Kubu ini menurut Pak Riawan di harapkan menjadi perubah dalam system ekonomi saat ini yang masih di kuasai oleh negara seperti Amerika Serikat.

Sebenarnya seperti apasih sistem keuangan liberal itu? Dan apakah system tersebut akan diakhiri? Pertanyaan ini mengacu pada penjelasan mengenai bagaimana pasar yang diperjualbelikan oleh Amerika pada Suprime Mortage memiliki underlying (posisi fisik produk yang menjadi acuan) barang yang tidak jelas. Dan diharapkan dalam pertemuan komunike itu, semua produk-produk derivatif yang di keluarkan oleh setiap negara diketahui underlying-nya. Sehingga apabila ada investor yang mau membeli dapat di ketahui bahwa produk derivatif tersebut adalah sesuatu yang dapat dibayar. Berbeda seperti awal terjadinya krisis ketika membeli produk derivatif tersebut tidak di ketahui underlying-nya seperti apa. Yang akhirnya berdampak menjadi krisis keuangan yang menjalar ke seluruh dunia.

Yang menurut saya menarik dari diskusi ini adalah pada penjelasan Pak Riawan masalah bobroknya system moneter dimana system tersebut merupakan sektor unreal (on riil). Sektor inilah yang menjadi akar permasalahan ekonomi di dunia. Karena selama ini, uang yang berkerja adalah Money is an illusion. “Uang hari ini adalah ilusi” ungkapnya. “Uang adalah catatan-catatan dalam akuntansi perbankan yang tercatat dalam system computer. Karena ia ilusi, maka dapat di gelembungkan semau-maunya oleh pihak-pihak yang mempunyai monopoli yang berhak untuk menggelembungkannya.” Jelasnya.

Inilah yang terjadi dalam system keuangan kita. Bagaimana uang menjadi uang. Uang tersebut dapat digelembungkan menjadi tinggi sehingga tidak ada underlying-nya. Tidak ada patokan yang jelas terhadap uang tersebut. Menurut Aviliani bahwa seharusnya underlying sektor financial harus sesuai dari sektor riil. Saat ini perdagangan dunia hanya 2.5% yang mencerminkan perdagangkan secara riil dalam ekspor-impor, sisanya adalah murni derivatif dan spekulatif. Pak Riawan menambahkan bahwa kita itu hidup dari sektor riil seperti berkebun, manufacture, dan sebagainya. Namun yang mendapat keuntungan sebesar-besarnya adalah orang yang bermain derivatif. Sehingga maklum pendapatan perkapita yang semakin tinggi di Indonesia malah membuat jarak yang sangat jauh antara yang kaya dengan yang miskin.

Tidak hanya sekedar ilusi dalam uang. Pak Riawan juga menambahkan bahwa satu hal yang paling dasar sebenarnya adalah bahwa uang yang kita pakai sekarang tidak mempunyai underlying. Padahal kita harus tahu bahwa dalam setiap kegiatan ekonomi perlu sesuatu yang riil dan mempunyai underlying. Dan disinggung kalau dulu uang itu memiliki underlying emas sebagai patokannya. Alasanya mengapa penting mengaitkan nilai uang dengan komoditas riil, seperti emas, perak dan semacamnya, karena benda-benda riil tadi itu menjadi jangkar yang mengontrol uang yang ada di sebuah negara. Akibat jangkar tadi itu hilang, maka digunakanlah uang fiat (uang kertas) yang tanpa nilai intrinsik. Dimana uang fiat tersebut memiliki nilai yang berbeda-beda dari setiap negara. Namun sayangnya kesadaran akan pentingnya nilai uang tersebut dalam pertemuan G20 kemarin tidak di setujui oleh sebagaian besar negara peserta terutama Amerika Serikat. Karena menurut Aviliani apabila US dollar dipatok dengan emas akan diketehui cetak uangnya. Hal inilah yang dapat mengganggu stabilitas keuangan Amerika Serikat, karena selama ini sebagian besar nilai perdagangan dunia baik minyak dan sebagainya masih menggunakan patokan dollar. Bukan emas.

Kemudian dalam kasus krisis finansial global ini Pak Riawan sedikit menyinggung tentang prinsip-prinsip syariah. Apabila prisnsip tersebut di jalankan maka tidak akan terjadi yang namanya krisis suprime mortage. Dalam Islam dilarang dilakukan Debt Credit. Tidak boleh hutang di perjualbelikan. Sehingga inilah yang menjadi dasar permasalahan krisis.

Masih banyak lagi yang dibahas dalam diskusi ini. Sebagian besar yang dibahas adalah lebih kepada penyikapan dari kebijakan-kebijakan yang dihasilkan dalam komunike G20. Seperti, Tax heaven, Proteksionis, serta penambahan cadangan dana ke IMF. Sebagian yang saya jelaskan di atas adalah inti yang saya tangkap dari diskusi ini. Karena sebagian pembahasan yang lainnya saya masih belum paham untuk menjelaskannya, terutama istilah-istilah ekonomi lainnya yang sulit untuk diterjemahkan. Agar lebih jelas silahkan lihat videonya dibawah ini atau mendownloadnya.


download


download


download


download


download


download

Read More..

Kopi RADIX
adalah sejenis minuman yang diramu dari 7 jenis herba dimana bahan utamanya ialah akar (Radix) Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia) yang disinergikan dengan 6 herba pilihan.
Harga Konsumen : Rp. 60.000 isi 15 Sachet @ 23gr
@ Rp. 4.000

Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia) mengandung bahan aktif B-Sitosterol yang berfungsi merangsang pengeluaran hormon Endrogen N-Nonacosane. Hormon ini merangsang syaraf NEOCLOVENE yang dapat membangkitkan semangat serta meredakan keletihan.

Sinergi 7 Herba Kopi RADIX

1.Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia) mengandung bahan aktif B-Sitosterol yang berfungsi merangsang pengeluaran hormon Endrogen N-Nonacosane. Hormon ini merangsang syaraf NEOCLOVENE yang dapat membangkitkan semangat serta meredakan keletihan.

Khasiat Tongkat Ali (Eurycoma Longifolia) :

Blood circulation tonic (Tonic & Peredaran Darah)
Ramuan selepas bersalin
Afrodisiak (ransangan seks)
Detoxifikasi (Membuang racun dalam tubuh)
Anti Hipertensi (Menurunkan darah tinggi)
Anti Piretik (Menurunkan panas dalam badan)
Mengatasi diare
Antidot (anti racun)
Demam kuning (Masalah hati)
Sakit tulang (Arthritis)
Gatal badan (Keracunan)
Batuk kering
Kencing manis
Maag
Keputihan
Gusi berdarah
Penyakit kelamin
Antiseptik untuk luka dalam
Menghilangkan ketagihan merokok

Sinergi Herba :

2.Teja Lawang (Cinnamomuminers)
Demam, menambah tenaga, selepas bersalin, asma, batuk

3.Tebu Gajah (Albizzia myriophylla)
Penetral kafein, penawar demam, antidot (penawar racun), mengobati sakit telinga, membuang angin dalam badan, obat tenaga bathin.

4.Mata Pelanduk (Ardisia crispa)
Merawat otot, merawat sakit dada, diare, sakit tenggorokan, keracunan, pembengkakan testis, demam, batuk, asam urat.

5.Mengkudu Hutan (Moronda eliptica)
Merawat sakit kepala, pelawas, wasir, jantung, darah tinggi, tidur yang berkualitas, menghaluskan kulit. Herba ini mengandung bahan aktif Morindin & Xeronin yang memberikan kesan positif pada sel sehingga menimbulkan rasa ceria.

6.Halban (Vitex pubescen)
Ramuan selepas bersalin, sakit badan, awet muda, antioksidan, batuk.

7.Larak Hutan (Polyalthia hypoleuca)
Obat selepas bersalin, Buang angin, Tonik


.:cara pesan:.
1. silahkan hubungi dengan email : iwan_elian@yahoo.com atau sms/telp : 085247853043 dengan menuliskan nama, jumlah item yang dipesan, alamat lengkap, dan no. HP.

2. tunggu konfirmasi dari saya. Saya akan segera memberi tahu jumlah uang yang harus ditransfer yang antara lain harga produk + ongkos kirim* serta nomor rekening saya.
*bagi yang berada di wilayah Jogja (khusus Kota dan Sleman) bebas ongkos kirim.

3. Bila sudah mentransfer uang belanja, segera konfirmasi ke saya baik melalui email maupun sms (lebih baik sms) dan akan segera saya kirim.

Terimakasih -Jazakallah Khairant Katsira-


Read More..
Kampanye terbuka PKS di Yodyakarta pada 17 Maret 2009 berlangsung meriah. Kampenye ini menghadirkan Hidayat Nurwahid sebagai juru kampanye serta hiburan grup lawak srimulat. Selain itu, grup band Gigi juga memberikan warna kemeriahan kampanye ini yang penuh di hadiri oleh sebagian besar anak-anak muda. Berikut foto-foto acara tersebut hasil dari jepertan saya sendiri.































Read More..

Pemilu sebentar lagi. Setiap yang mengaku warga Negara Indonesia memiliki hak untuk ikut serta dalam pemilihan umum tersebut. Namun yang menjadikan masalah adalah, keinginan untuk memenuhi hak tersebut terhalangi oleh sistem administrasi pra pemilu. Maksudnya, mahasiswa seperti saya yang sedang tidak tinggal di daerah asal (KTP luar Jogja) mengalami kesulitan dalam memilih. Karena ketika harus pulang akan memerlukan biaya yang tidak sedikit (rumah ku di Balikpapan bro, pulang-pergi 1jtan) atau tetap ingin memilih di Jogja tetapi terganjal oleh UU pemilu, karena pendaftaran pemilih menggunakan sistem de yure, yakni pemilih berdasarkan KTP.

Sebanyak 87.500 mahasiswa (asal luar DIY/Jateng) yang belajar di Yogyakarta terancam tak bisa menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu 9 April mendatang. Mereka terganjal UU pemilu, karena pendaftaran pemilih menggunakan sistem de yure, yakni pemilih berdasarkan KTP. Menurut M Najib, Anggota KPU DIY, jalan keluar yang mungkin adalah Mahasiswa luar pulau Jawa mengurus kepindahan TPS dari tempat asalnya ke TPS Yogyakarta” Koran Tempo Senin, 23 Februari 2009

Tulisan di atas ini saya dapatkan dari selebaran publikasi “Pos Pelayanan Mutasi Pemilih” dari UGM, sehingga mahasiswa UGM di fasilitasi oleh BEM KM UGM dalam mutasi pemilihan. Dan karena saya mahasiswa UII jadi ya tidak bisa dibantu oleh fasilitas BEM KM UGM ini. Bagi kalian mahasiswa UGM segera saja mendaftarkan diri, bagi yang buka anak UGM, coba saya bantu dengan penjelasan prosedur mutasi pemilihan umum yang saya dapatkan dari seorang teman dan cuplikan dari selebaran UGM tadi.

1. Minta bukti telah terdaftar (sebagai keterangan pindah) berbentuk formulir model A5 yang di tandatangani PPS/KPPS/KPU dari daerah asal. Bila tidak bisa pulang, minta tolong kepada keluarga, saudara, kerabat, atau RT setempat.
2. Melaporkan kepada KPPS/PPS/PPK/KPU kabupaten dimana akan memberikan hak suara dengan menunjukkan surat pemberitahuan dari PPS/KPPS asal (model A5) paling lambat tiga hari sebelum hari H.
3. Memastikan tercatat oleh KPPS/PPS dalam daftar pemilih tambahan model A4 dan minta surat pemberitahuan untuk dapat memilih di TPS tersebut selambat-lambatnya sebelum pemungutan suara ( atau paling lambat tanggal 8 April 2009)

Dari penjelasan di atas kelihatannya sih mudah, tapi kalau dicoba sepertinya akan mengalami kesulitan. Selama ini saya mendapatkan informasi kalau untuk mendapatkan form A5 itu sangat susah, terutama untuk mahasiswa. Karena mutasi tersebut hanya boleh untuk syarat saksi/panitia pemilu dan tugas kerja. Tetapi ada juga sih daerah yang syarat mahasiswa bisa mendapatkan form A5. Jadi setiap daerah berbeda-beda. Jadi saya sarankan saja tanya-tanya terlebih dahulu seperti apa sistemnya dari daerah masing-masing.
Saya pun hingga Tulisan ini dibuat sedang berusaha untuk mendapatkan form A5 tersebut dengan meminta bantuan kerabat yang ada di Balikpapan, sehingga saat ini sedang menunggu informasinya. Mungkin kalau sudah ada informasi tambahan akan saya sampaikan lebih lanjut di blog ini.

Saran :.
Kalau Anda peduli terhadap nasib bangsa ini, mohon janganlah GOLPUT.
Kalau Anda ingin lebih Peduli lagi, mohon sebarkan penjelasan tata cara mutasi di atas (tulisan bold hitam) kepada teman-teman anda yang belum tahu.
Read More..

Pengikut